Halo! Ini adalah artikel pertama di blog portfolio saya. Sebagai developer yang juga belajar investasi syariah, saya ingin berbagi perjalanan ini.

Kenapa Saham Syariah?

Sebagai seorang muslim, penting bagi saya memastikan bahwa setiap aspek kehidupan — termasuk investasi — sesuai dengan prinsip syariah. Saham syariah adalah saham dari perusahaan yang:

  • Tidak bergerak di bisnis haram (alkohol, judi, riba, dll)
  • Memenuhi rasio keuangan tertentu (utang berbunga < 45% dari total aset)
  • Terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) atau Jakarta Islamic Index (JII)

Cara Mulai

1. Buka Rekening Saham Syariah

Beberapa sekuritas yang menyediakan akun syariah:

  • IPOT (IndoPremier)
  • Stockbit Syariah
  • Mirae Asset Syariah

2. Screening Saham

Gunakan aplikasi seperti Stockbit atau website IDX untuk filter saham syariah berdasarkan:

  • Market cap (pilih > Rp 1T untuk stabilitas)
  • PER (Price Earning Ratio) — makin rendah makin murah
  • PBV (Price to Book Value) — ideal < 1.5
  • Dividend yield — untuk passive income

3. Strategi Sederhana

“Time in the market beats timing the market.”

Untuk pemula, saya rekomendasikan Dollar Cost Averaging (DCA):

  • Tentukan budget bulanan (misal Rp 500rb)
  • Beli secara rutin setiap bulan
  • Pilih 2-3 saham blue chip syariah (TLKM, UNVR, ICBP)
  • Disiplin, jangan panic selling

Tools yang Saya Gunakan

Tool Fungsi
Stockbit Screening + analisa teknikal
RTI Business Data fundamental
IDX Islamic Daftar saham syariah resmi
Google Sheets Tracking portofolio pribadi

Disclaimer

Ini pengalaman pribadi, bukan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum membeli saham.


Nantikan artikel selanjutnya tentang Crypto Halal dan Perencanaan Keuangan untuk Freelancer! 🚀